Pages

Rabu, 14 Agustus 2013

Ayah..

Bagi seorang yg sdh dewasa, yg sedang jauh dari orangtua,
pasti akan lebih sering merasa kangen dengan mamanya.



Lalu ... bagaimana dengan ayah ?

Mungkin karna mama lebih sering nelpon untuk menanyakan keadaanmu

Tapi tahukah kamu ....,
bahwa ternyata ayah lah yg mengingatkan mama untuk rajin meneleponmu ?


Saat kecil,
mamalah yg lebih sering mendongeng.
Tapi tahukah kamu bahwa sepulang ayah bekerja dengan wajah lelah beliau selalu masih menyempatkan diri menanyakan pada mama, apa yg kamu lakukan seharian.

Saat kamu sakit batuk / pilek, ayah kadang membentak
"sudah dibilang ! jangan minum es!".
Tapi tahukah kamu bahwa itu adalah perwujudan dari rasa khawatir seorang ayah?

Ketika kamu remaja, seusia dengan anak seumurmu, maka kamu pasti menuntut untuk dapat izin keluar malam.
ayah dengan tegas berkata "tidak boleh !", kata itu Jangan sekali-sekali diartikan sebagai ayah Tidak Sayang kamu .
Sadarkah kamu bahwa itu adalah karena ayah hanya ingin menjagamu ? sadarkah kamu bahwa itu memang sudah menjadi kewajiban ayahmu .

Karena bagi ayah, kamu itu adalah sesuatu yg sangat berharga sehingga perlu dijaga dan dilindungi .

Saat kamu bisa lebih dipercaya, Ayah pun pasti akan melonggarkan peraturannya.
Dan sekali waktu pasti kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.

Maka yg dilakukan ayah adalah menunggu di ruang tamu dengan sangat khawatir.

Ketika kamu dewasa,dan harus kuliah dan menempuh pendidikan di kota lain.  Ayah pun harus rela melepasmu.
Tahukah kamu bahwa badan ayah terasa kaku untuk memelukmu? Lidah pun terasa kelu untuk mengucap perpisahan.

Dan ayah sangat ingin menangis.

Di saat kamu memerlukan ini-itu, untuk keperluan kuliahmu dan kebutuhan hidupmu , ayah mungkin akan mengernyitkan dahi. Tapi tanpa menolak, ayah pasti akan  memenuhinya.

Saat kamu diwisuda.
Maka, Ayah adalah orang pertama yg berdiri dan bertepuk tangan untukmu.
Disitu lah terasa ayah mu tersenyum dan bangga

Sampai ketika kamu menemukan pasangan dan idaman hidupmu
maka, ayah akan sangat berhati-hati dlm memberi izin.

Dan akhirnya..
Saat ayah melihatmu duduk dipelaminan bersama seorang yg dianggapnya pantas,
Ayahpun tersenyum bahagia.

Apa kamu tahu, bahwa ayah mu sempat pergi ke belakang utk membasuh airmata Bahagia karena beliau ternyata telah menangis?
ayah menangis karena ayah sangat bahagia.

Figur ayah mungkin memang bukanlah figur yg bisa mengemukakan perasaan  dengan gamblang tetapi tetaplah merupakan figur yg juga bisa terhanyut oleh perasaan haru dan bahagia .

“Semoga Putra/i kecilku yg manis berbahagia bersama pasangannya" Pasti hanya itu Doa nya , Doa seorang Ayah .....

Setelah itu seorang ayah hanya bisa menunggu kedatangan kamu bersama cucu-cucunya yg sesekali datang untuk menjenguk

Dengan rambut yg memutih dan badan yg sedikit terbongkok karena beban hidup, beliau tak lagi kuat untuk menjagamu.
Sudahkah kita pernah meluangkan waktu untuk selalu menelpon atau menjenguk ayah kita?  Mengapa sekarang ada acara father's day di Australia yang di rayakan setiap tanggal 4 September? Karena sebuah hari yang khusus kita luangkan untuk mengingat kembali jasa jasa ayah kita.  

Jumat, 09 Agustus 2013

Memahami..


Dalam kesendirian kubertanya, pantaskah aku denganmu?
Bisakah aku menjadi yang terbaik untukmu?
Mimpi yang jauh akan terwujud
Sadar dengan keadaan yang menjadi alasan

Bagaikan orang yang hanya bisa terdiam
Tak berani untuk jujur
Sampai kusadar dengan semuanya

Hanya menunggu harapan yang sirna
Menanti asa yang tak kunjung tiba
Percuma meyakinkanmu
Pengorbanan tak lagi berarti

Selasa, 06 Agustus 2013

Penghujung Ramadhan..


Saudaraku-saudaraku seiman, sesungguhnya bulan Ramadhan telah dekat waktu perginya dan akan segera berpisah dengan kita, dan sesungguhnya dia akan menjadi saksi yang membela kita atau menjatuhkan kita dengan apa saja yang kita titipkan padanya dari amalan-amalan. Barangsiapa yang telah menitipkan padanya amal yang shalih maka hendaknya memuji Allah atas hal itu dan bergembiralah dengan pahala yang agung, karena sesungguhnya Allah tidak pernah menyia-nyiakan sedikitpun dari setiap kebaikan, sebaliknya barang siapa yang telah menitipkan padanya amalan kejelekan maka hendaknya segera bertaubat kepada Allah dengan taubat yang nasuha karena Allah akan selalu menerima taubat dari para hamba-Nya.
Saudara-saudaraku, sesungguhnya jika telah berakhir bulan Ramadhan maka sesungguhnya amalan seorang mukmin tidak berakhir kecuali jika telah datang kematian padanya, Allah ta’ala berfirman
وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ (٩٩)
“Dan sembahlah Rabbmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal).” (Qs. Al Hijr: 99)
Dan Allah ta’ala berfirman
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ (١٠٢)
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya, dan janganlah kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” (Qs. Ali Imran: 102)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda
“Jika salah seorang dari kalian mati maka terputuslah amalannya.” (HR Muslim)
Maka tidak ada batas amalan seorang mukmin kecuali datangnya kematian.
Jika telah berlalu puasa ramadhan maka seorang mukmin tidaklah terputus dari ibadah puasa, bahkan ibadah puasa tetap disyariatkan sepanjang tahun.
Disyariatkan berpuasa 6 hari di bulan syawal sebagaimana disabdakan oleh Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam
“Barang siapa yang puasa ramadhan dan diikuti dengan enam hari dari bulan Syawal maka seakan-akan seperti puasa sepanjang masa.” (HR. Muslim)
Disyariatkan berpuasa tiga hari di setiap bulan sebagaimana disabdakan oleh Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam
“(Puasa) tiga hari setiap bulan dan Ramadhan bingga Ramadhan (berikutnya) maka ini puasa sepanjang masa.” (HR. Muslim)
Disyari’atkan berpuasa Arafah (tanggal 9 Dzulhijah) yang disabdakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
“Menghapus dosa tahun yang lalu dan berikutnya.” (HR. Muslim)
Disyari’atkan berpuasa Asyura (tanggal 10 Muharram) yang disabdakan Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam
“Menghapus dosa satu tahun yang lalu.” (HR. Muslim)
Disyari’atkan berpuasa hari Senin dan Kamis yang disabdakan Rasulullah shalalllahu ‘alaihi wa sallam
“Dipaparkan amalan-amalan pada hari Senin dan Kamis maka aku suka dipaparkan amalanku dalam keadaan aku berpuasa.” (HR. Tirmidzi dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahihul Jami’)
….
Jika telah berlalu salat malam di bulan Ramadhan maka sesungguhnya shalat malam tetap disyai’atkan di malam-malam bulan lainnya sepanjan tahun sebagaimana disabdakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
“Wahai manusia sebarkanlah salam, sedekahlah makanan, sambunglah tali kekerabatan, dan shalatlah di waktu malam tatkala manusia sedang tidur, maka kalian akan masuk surga dengan keselamatan.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahihul Jami’)
Bersungguh-sungguhlah wahai saudara-saudaraku dalam mengerjakan ketaatan-ketaatan dan menjauhi segala macam dosa dan kemaksiatan agar kita semua mendapatkan kebahagiaan di dunia dan pahala yang melimpah di hariperhitungan. Allah ta’ala berfirman
مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ (٩٧)
“Barang siapa yang mengerjakan amal salih, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaa beriman, maka sesunguhnya akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kejakan.” (Qs. An Nahl: 97)
Ya Allah, teguhkanlah kami diatas keimanan dan amal salih, hidupkanlah kami dalam kehidupan yang baik, dan wafatkanlah kami dalam keadaan Islam dan gabungkanlah kami dengan orang-orang salih. Walhamdulillahi rabbil ‘alamin wa shallallahu ‘ala nabiyyina muhammadin wa ‘ala alihi wa shahbihi ajma’in

Minggu, 04 Agustus 2013

Sahabat..

Hay para pembaca.. apa kabar? 
Kali ini saya mau berbagi tentang Arti Persahabatan yang sebenarnya
Apa itu sahabat?

Di Bandung

Sahabat adalah segalanya..
Sahabat yang sebenarnya adalah seseorang yang selalu ikut merasakan seperti ketika mendapat kesulitan, kesedihan, masalah yang kita tidak bisa hadapi dan rasakan sendiri..
Sahabat juga adalah teman yang benar-benar dekat sampai tahu hal-hal kecil tentang kita.



Persahabatan yang sejati akan membawa kepada kerinduan yang abadi.
Sahabat sejati akan mengerti ketika kamu berkata, "Aku lupa"
Sahabat sejati akan tetap setia menunggu ketika kamu berkata, "Tunggu sebentar"
Sahabat sejati hatinya akan tetap tinggal, terikat kepadamu ketika kamu berkata, "Tinggalkan aku sendiri".
Di Bandung

Sahabat yang baik itu adalah sahabat yang mengenal kita dengan baik dan bisa diajak berinteraksi dari hati ke hati.
Sahabat juga bukan hanya teman berkeluh kesah namun juga bisa memberi nasehat serta jalan keluar.

Tahun Baru 2012

Tahun Baru 2012

Memiliki sahabat sejati merupakan satu anugerah yang tidak ternilai kerana sahabat boleh mewarnai dan mempengaruhi kehidupan kita, baik dari sudut kebendaan, kecenderungan mahupun tingkah laku. Sama ada kita akan terikut-ikut dengan kecenderungannya, ataupun sebaliknya, dia akan terpengaruh dengan kita.

Secara umumnya, kita melihat orang yang baik akan bersahabat dengan orang yang baik dan begitu juga sebaliknya.

Rasulullah s.a.w. bersabda yang bermaksud :
“Perumpamaan orang yang bersaudara adalah seperti dua tangan, yang satu membersihkan yang lainnya.” (Riwayat al-Dailamai)

Rasulullah s.a.w. bersabda, maksudnya :
“Bersahabat dengan orang yang soleh dan dengan orang yang jahat seperti berkawan dengan pengedar minyak wangi dan tukang besi (yang menghembus bara api). Pengedar minyak wangi, sama ada ia memberi anda sebahagian ataupun anda membeli bau-bauan daripadanya, ataupun sekurang-kurangnya anda mendapat juga bau daripadanya. Manakala tukang besi pula sama ada ia menyebabkan baju anda terbakar, ataupun anda mendapat bau yang kurang enak.” (Riwayat Abu Daud)
Oleh sebab itu, kita harus berhati-hati untuk menjadikan seseorang itu sebagai kawan, teman ataupun sahabat. Sahabat semestinya memiliki sifat-sifat yang terpuji untuk kita ikuti dan contohi. Sahabat boleh membahagiakan kita untuk menempuh kehidupan di dunia ini dan juga membantu kita di akhirat kelak.

Sifat Sahabat yang Mulia
1. Memiliki akhlak dan budi pekerti yang baik.
Seseorang yang disenangi, mempunyai akal yang baik, berbudi pekerti dan mematuhi perintah Allah. Sering juga mengajak kita melakukan kebaikan untuk diri dan masyarakat. Berbicara dengan penuh kelembutan dan kesopanan.
2. Menutup keburukan dan kekurangan sahabat, baik semasa sahabat ada ataupun tiada.
Tidak menderitakan keaiban orang lain kepada sahabatnya dan jika dia melihat sesuatu yang tidak baik tentang diri kita, dia akan menjaga aib tersebut.
Daripada Ibnu Abbas, Rasulullah s.a.w. telah bersabda yang bermaksud :
“Sesiapa menutup keburukan saudaranya, maka Allah akan menutup keburukannya di akhirat.” (Riwayat Ibn Majah)
3. Memperbesarkan kebaikan yang dilakukan oleh sahabatnya.
Sering menanyakan tentang kesusahan yang kita hadapi kerana ingin berkongsi kesusahan, kesedihan dan kesenangan bersama. Menjadi penghibur waktu kita sedih dan pelindung jika kita memerlukan. Sanggup mengorbankan masa, harta dan tenaga untuk memenuhi hajat sahabatnya.
4. Menyebut kebaikan.
Jika dia mendapat sesuatu kebaikan daripada kita, dia akan menghargai dan menyebut-nyebut kebaikan itu. Tidak pula dia berkecil hati jika kita tidak mampu membantunya.
 5. Mudah mengalah.
Jika berlaku salah faham, nescaya dia lebih senang mengalah untuk menjaga hubungan. Mengorbankan perasaan sendiri demi menjaga hati sahabatnya.
6. Mendorong kita mencapai kejayaan di dunia dan akhirat.
Saling nasihat-menasihati berkenaan hal-hal dunia dan akhirat.
Bersedia untuk menerima nasihat dan menasihati.

Sifat Sahabat yang Perlu Dijauhi
1. Mementingkan diri sendiri.
Dia terlalu banyak meminta dan sedikit memberi. Mementingkan diri sendiri yang kedekut dalam setiap perkara. Keutamaannya ialah nafsu diri sendiri kerana tamak kepada kemewahan dan harta dunia.
2. Pengampu.
Setiap perkara yang kita lakukan dia akan bersetuju, tida kira sama ada perkara itu betul ataupun salah. Apabila di hadapan, dia memuji kita namun di belakang kita, dia merendahkan dan mungkin mengkhianati kita.
3. Pemboros dan suka hiburan.
Apabila seronoknya datang, dia menjadi kawan yang setia. Dia senang menjadi sahabat jika kita suka berhibur, berkeliaran dan “melepak” pada bila-bila masa, serta suka ke tempat-tempat hiburan dan meminati hiburan yang melalaikan.
4. Membuatkan kita semakin jauh daripada Allah.
Seorang yang sesat dan menyesatkan orang lain serta mendekati jalan-jalan kemungkaran.
Hidupnya penuh dengan ranjau dan onak yang membawa kepada kekufuran.
5. Suka berbantah-bantah.
Jenis orang yang suka bertikam lidah dan ia merasakan satu kemenangan dalam berhujah dan langsung tidak mahu mengalah untuk menerima pandangan orang lain.
Berhati-hatilah memilih sahabat kerana ia menjadi cermin keperibadian kita. Berkawanlah kerana Allah untuk mencari reda-Nya.Hayatilah Firman Allah ini :
“Pada hari itu (hari akhirat), sahabat-sahabat karib; sebahagian mereka akan menjadi musuh kepada sebahagiaan yang lain, kecuali orang yang bertaqwa.” (Surah al-Zukhruf : 67)

Situ Lengkong Ciamis,


Nyari tempat wisata buat liburan hari Raya nanti, Ke Situ Lengkong Panjalu aja..
Tempat wisata ini lumayan dekat lohh jaraknya dengan kampung halaman Saya yang tepatnya di Panjalu, Ciamis Jawa Barat.

Situ Lengkong Panjalu
Puluhan peziarah sedang merapal tahlil dan doa. Mereka khusyuk duduk di depan makam Raden Adipati Hariang Kencana atau Sayyid Ali Bin Muhammad Bin Umar atau Mbah Panjalu. Lantunan doa peziarah menghalau kesunyian hutan Nusa Gede yang lebat. Sebuah makam penyebar Islam di tanah Sunda dengan kain penutup putih dan hijau yang dikelilingi pagar tembok berongga menjadi tujuan peziarah berkunjung ke Nusa Gede di tengah Situ Lengkong Panjalu Ciamis.

Situ Lengkong adalah sebuah danau kecil seluas 57,95 hektar di daerah Panjalu, Ciamis, Jawa Barat. Di tengah situ, Nusa Gede seluas 9,25 hektar seperti tertidur abadi dengan hamparan hutan lebat dan perawan selama berabad-abad. Kelebatan hutan Nusa Gede menjadi makam bersemayam abadinya Raja-raja Kerajaan Panjalu. Dulunya, Nusa Gede merupakan pusat pemerintahan Kerajaan Panjalu.
Tangga menuju makam

Hawa sejuk menerpa badan takala saya berada di dalam hutan Nusa Gede. Puluhan tangga yang harus dilewati tak terasa karena kesejukannya ibarat morfin penghalau lelah. Terlebih kicauan burung yang berasal dari pohon-pohon tinggi seperti menyemangati saya menuju pusara makam di tengah hutan.



“Assalamu’alaikum”. Saya dan sepupu saya mengucapkan salam kepada juru kunci makam dan para penghuni kubur. Saat itu, pengunjung makam hanyalah kami berempat. Kami duduk di sebelah selatan makam. Di depan kami ada tulisan doa dan tata cara ziarah. Kami pun mulai berdoa dengan dipimpin sepupu paling tua.
Setengah perjalanan kami berdoa, bangunan rumah berkeramik putih ini tiba-tiba ramai dengan puluhan peziarah. Sepertinya sama seperti kami, datang dari luar Sunda. Dari dialek bahasanya, mereka adalah peziarah dari Jawa Timur. Tanpa banyak komando, sang pemimpin rombongan langsung memimpin tahlil dan berdoa kepada Allah.
Makam Mbah Panjalu ini sontak gegap gempita dengan alunan doa. Saya sudah selesai. Tetapi antusiasme alunan peziarah membuat saya bergetar. Larut bersama mendoakan Wali Allah penyebar Islam di tanah Sunda dan ber-tawasul kepadanya.
Pengunjung memenuhi ruangan makam Mbah Panjalu. @iqbal_kautsar
Pengunjung memenuhi ruangan makam Mbah Panjalu.
Kerajaan Panjalu, Kerajaan Islam Sunda
Terjadinya Situ Lengkong Panjalu, tidak terlepas dari sejarah Kerajaan Panjalu. Konon sekitar abad VII, hiduplah seorang raja Panjalu bernama Prabu Sanghyang Boros Ngora. Dia memimpin Panjalu dengan adil dan bijaksana sehingga sangat dicintai rakyatnya. Boros Ngora pada waktu itu beragama Hindu dan kerajaan Panjalu adalah kerajaan Hindu.
Suatu waktu, Boros Ngora berkelana dengan maksud mencari ilmu pengetahuan. Sampailah di sebuah tempat yang di sekitarnya terdiri dari bebatuan dan pasir. Rupanya tanah yang diinjaknya itu adalah tanah suci Mekkah. Di sanalah ia berguru kepada Sayyidina Ali r.a., yang dikenalnya sakti mandraguna. Prabu Sanghyang Boros Ngora pun menguasai ilmu sejati yakni agama Islam yang membawa pada keselamatan dunia dan akhirat.
Setelah itu, dia pulang membawa oleh-oleh dari sahabat Nabi berupa pakaian kehajian, pedang dan air zam-zam. Air zam-zam dibawanya dalam sebuah gayung yang permukaannya bolong-bolong pemberian ayahnya Prabu Sanghyang Cakra Dewa. Dengan izin Yang Maha Kuasa ia dapat membawa air zam-zam itu pulang ke tempat asalnya, Panjalu.
Setibanya di Panjalu, air zam-zam itu ditumpahkannya di sebuah tempat yaitu Lembah Pasir Jambu. Sampai saat ini diyakinilah bahwa Situ Lengkong Panjalu terjadi karena tumpahan air zam-zam yang dibawa Sanghyang Prabu Boros Ngora. Di tengah-tengah danau terdapat daratan yang dinamai Nusa Gede.
Keabadian hutan di Nusa Gede. Tak terjamah. @iqbal_kautsar
Keabadian hutan di Nusa Gede. Tak terjamah.
Sejak saat itu, Sanghyang Prabu Boros Ngora mengislamkan kerajaan Panjalu. Dia menyebarkan agama Islam kepada rakyatnya. Kemudian, dia turun tahta dan digantikan putranya yaitu Hariang Kencana. Prabu Hariang Kencana lalu meneruskan syiar Islam seperti yang dilakukan oleh ayahnya. Hasilnya agama Islam berkembang kian luas di Panjalu dan sekitarnya, tanah Sunda.
Prabu Harian Kencana arif dan bijaksana memerintah Panjalu sampai wafat dan dimakamkan di Nusa Gede, di tengah Situ Lengkong. Adapun Boros Ngora adalah sosok yang selalu ingin berkelana sehingga sampai wafatpun tak diketahui di mana dia meninggal dan di mana pula ia dimakamkan. Tak satu orangpun tahu dimana letak makam Boros Ngora. Ini sesuai dengan amanat sewaktu dia masih hidup. “Siapa saja putra dan para cucuku kelak tidak usah tahu di mana aku dikubur”.
Saat ini, selain makam, peninggalan Kerajaan Panjalu bisa ditemui di Bumi Alit Panjalu, yaitu sejenis museum tempat menyimpan benda bersejarah peninggalan Panjalu. Di Bumi Alit ini, bisa ditemui pedang pusaka yang diberikan Sayyidina Ali r.a kepada Prabu Sanghyang Boros Ngora. Terdapat juga pusaka lain seperti cis semacam dwisula, keris, kujang, dll. Letak Bumi Alit dari Situ Lengkong Panjalu hanya berjarak sekitar 500 meter saja.

Sabtu, 03 Agustus 2013

Bersosialisasi..

Assalamualaikum Wr Wb.
Hay para pembaca..
Kali ini saya mau Berbagi Pentingnya Bersosialisasi dalam kehidupan.

Penting bagi Anda untuk belajar bagaimana bersosialisasi dengan orang-orang dan menjalin hubungan dengan teman-teman baru. Kita semua saling membutuhkan dan tidak ada satu orang pun yang bisa hidup tanpa bergantung pada orang lain. Kita adalah makhluk sosial dan Anda tidak bisa mengabaikan fakta ini. Sebagai sesama manusia, kita saling membutuhkan.

“Tidak peduli seberapa pintar Anda, tidak peduli seberapa komprehensif pendidikan Anda, tidak peduli seberapa luas pengalaman Anda, tidak peduli apa status sosial Anda di masyarakat, Anda perlu bersosialisasi dengan orang lain.”

Mereka membutuhkan Anda dan Anda membutuhkan mereka. Ketika Anda sedang menghadapi tantangan yang cukup berat dan Anda tidak bisa menanganinya sendiri, Anda akan membutuhkan uluran tangan orang lain. Seseorang di suatu tempat memiliki solusi untuk itu dan Anda perlu orang itu.

Keterampilan sosial tidak jauh berbeda dari keterampilan lain. Tapi tentu Anda juga membutuhkan waktu dan latihan untuk mengetahui bagaimana cara bersosialisasi dengan baik dengan orang-orang. Dengan bersosisalisasi, Anda bisa belajar banyak hal dari orang lain. Jika Anda tahu dan tidak memiliki kesulitan dalam bersosialisasi, Anda bisa mendapatkan bantuan dengan mudah dari orang lain.

Kita belajar bagaimana bersosialisasi sejak kecil. Anda akan setuju bahwa orangtua yang membawa anak mereka untuk berpartisipasi dalam kegiatan di luar ruangan lebih sering cenderung memiliki kepribadian yang hebat ketika mereka beranjak dewasa. Hal ini karena mereka telah mendapatkan banyak pengalaman dengan berinteraksi dengan banyak orang.

Kepercayaan dan kenyamanan dimulai dengan penerimaan terhadap diri sendiri. Jika Anda maka kita tidak bisa menerima orang lain. Kemajuan berbagai keterampilan seperti komunikasi, kesadaran diri, kontrol diri dan harga diri adalah blok untuk penerimaan diri.

Menetapkan tujuan dan mencapainya juga penting dalam membangun kepercayaan diri Anda, selain itu Anda juga bisa membangun kepercayaan dari orang lain di dalam diri Anda. Anda harus belajar untuk percaya diri Anda terlebih dahulu sebelum meminta orang lain untuk mempercayai Anda. Mengembangkan diri Anda secara sosial dan beradaptasi diri dengan lingkungan adalah proses pembelajaran.

Membebaskan pikiran Anda dari stres juga merupakan hal yang penting. Ketika Anda sedang stress, Anda akan membuat orang lain merasa khawatir dan ini menghambat mereka untuk merasa nyaman berada bersama Anda. Anda perlu membebaskan pikiran Anda dari stres dan menjadi orang yang ceria dan nyaman untuk berada di sekitar orang-orang agar Anda bisa bersosialisasi dan menjalin hubungan baik dengan orang-orang. Melakukan praktek meditasi dan yoga untuk mengendalikan pikiran Anda juga merupakan salah satu cara agar Anda bisa lebih tenang dan rileks.

Manfaat Bersosialisasi

Dalam bersosialisasi, tiap orang punya cara sendiri. Hal itu lagi-lagi tergantung pada kepribadian masing-masing orang. Kepribadian yang ekstrovert (terbuka) jelas lebih mudah bersosialisasi ketimbang yang introvert (tertutup). Akan tetapi kalau melihat tipe kepribadian KSMP atau DISC, maka yang sanguin atau influence tampaknya bakal lebih mudah menjalin hubungan dengan lebih banyak orang.
Di sini juga terletak apa yang dinamakan defence mechanism. Secara teoretis, dalam psikologi pengertiannya adalah suatu sistem mekanisme yang bekerja ketika ”aku” atau ”ego” terserang. Batasan terserang inilah yang membuat munculnya apa yang disebut ”ranah privat”. Dalam ”ranah privat”, individu menyimpan rapat-rapat apa pun yang ada di dalamnya dan tidak boleh seorang lain pun tahu tanpa seizinnya.

Nah, saat bersosialisasi, tentu kita akan membuka diri kepada orang lain untuk masuk ke dalam ranah privat kita. Karena selain memperkenalkan diri, tentunya kita akan memberikan cara bagi orang yang menjadi lawan bicara untuk dapat mengontak kita di kemudian hari. Makin sempit ranah privat seseorang, makin aman dia dalam kehidupannya. Artinya, ia tidak memiliki ”rahasia hidup” yang harus disembunyikannya sedemikian rupa.
Orang yang mudah bersosialisasi juga berarti pribadi yang berpikiran terbuka (open mind), memiliki rasa toleransi tinggi sehingga sanggup menerima perbedaan, dan tentunya mudah menerima hal baru. Dengan demikian, ia akan dapat dengan ringan menjalin hubungan baru karena dalam hidupnya segala sesuatu ’baik-baik saja’.
Harus diingat, ’baik-baik saja’ bukan berarti ’tidak ada masalah’, namun yang bersangkutan mampu menanganinya dengan baik. Secara internal, kejiwaannya sehat sehingga defense mechanism-nya bekerja minimal. Memang, tidak ada hidup yang sempurna. Semua pasti punya masalah pribadi. Namun bagi yang berpribadi kuat dan berjiwa sehat, masalah pribadi itu tidak sampai mengemuka ke ranah publik.
Artinya, ia tidak perlu membawa-bawa masalah di rumah ke kantor misalnya. Ini tentu akan berimbas pada sifat profesional yang antara lain terwujud dengan sikap menghargai orang lain. Namun di atas itu semua, ia justru lebih menghargai diri sendiri dengan proporsi sepantasnya. Karena bila berlebihan maka ia lantas jatuh lagi pada penyakit kejiwaan lain yaitu narcissisme.
Manfaat bersosialisasi tentu banyak, karena bagaimanapun kita sebagai manusia memang membutuhkan orang lain. Akan tetapi, kerap kali dalam hidup kita dapati orang-orang yang tidak mau bersosialisasi. Mereka seolah tidak membutuhkan orang lain. Padahal, sebenarnya itu mereka lakukan karena takut masalah pribadi mereka yang disimpan rapat di ranah privatnya terekspos ke ranah publik.
Di sini kita sering lupa, bahwa kita sendiri sebenarnya berhak menentukan sampai seberapa jauh orang lain dapat masuk ke ranah privat kita, tanpa harus menghindarinya sama sekali. Karena bila kita menolak sama sekali orang lain masuk, maka kita menjadi makhluk asosial yang aneh. Dengan pengertian itu, maka seharusnya kita tahu bahwa orang lain yang terhubung ke kita memiliki tingkatan. Ada yang kita anggap bak saudara sendiri, sahabat, karib, teman dekat, teman kantor, teman organisasi, teman bisnis, teman biasa, teman masa sekolah, pacar, pasangan hidup, temannya teman, atau sekedar pernah ketemu. Bahkan di era web 2.0 itu muncul lagi istilah teman virtual atau teman di dunia maya. Ada teman chatting, teman Friendster atau teman FaceBook. Bisa juga ada kategori teman tapi mesra, hehehe.
Itu semua sebetulnya cuma menunjukkan kalau kita sejatinya bisa punya banyak kategori teman. Tapi mereka yang asosial rupanya beranggapan hanya ada satu jenis teman dan itu berbahaya karena akan masuk ke ranah privat mereka. Padahal, bersosialisasi akan memudahkan membentuk jejaring. Dan mereka yang pandai berjejaring, bisa dipastikan lebih mudah meraih kesuksesan dalam hidup.
Teman atau jaringan yang kita punya akan menolong kita tanpa pamrih. Kalaupun ada imbalan yang diberikan, sifatnya mutualisme atau sama-sama untung. Dalam segala hal di kehidupan, makin banyak teman maka akan makin mudah seseorang mencapai kebutuhannya. Misalnya saja saat butuh tiket pesawat murah, kalau punya teman di maskapai penerbangan atau agen perjalanan tentu Anda akan dibantu mencarikannya tanpa jasa tambahan. Anda bisa mencari sendiri contoh-contoh semacam itu. Itulah antara lain manfaat bersosialisasi dan berjejaring.

Jumat, 02 Agustus 2013

MENGEJAR MIMPI..




Disaat Saya masih kecil punya banyak cita-cita. Ingin jadi polisi lah, jadi dokter lah, jadi ustadz, yah masih banyak lagi lah. Berjalannya waktu Sayapun beranjak remaja. Disaat itu juga Saya mencoba masuk Perguruan silat. Keinginan itu didasari oleh ajakan saudara, yang mengajak saya buat berlatih silat. Nama Perguruannya itu Kesatria Tunggal Sejati (KTS). Enggak begitu lama sih saya latihan di KTS, yah itu karna masalah waktu latihan. Waktu latihan yang cukup malam, dari jam 7 malam sampai jam 12. Yahh.. maklum lah masih SMP. Orang tua juga kwahatir kalo latihan terlalu malam gitu. Dan akhirnya saya berhenti latihan..

Lulus SMP Saya pun masuk SMK, Ternyata di Sekolah itu ada Eskul Pencak silat. Nama perguruannya PPS BARINGIN SAKTI, dan Sayapun mendaftakan diri untuk mengikuti eskul pencak silat itu. 
Latihan Gabungan di Padepokan Pencak Silat di Taman Mini
Latihan Gabungan di Padepokan Pencak Silat di Taman Mini

Latihan Gabungan di Padepokan Pencak Silat di Taman Mini
Setelah 6 Bulan berlatih di PPS Baringin sakti, Kami pun naik sabuk ke tingkat selanjutnya. Kenaikan sabuk itu di lakukan di Villa Mega Mendung, Bogor yang dilaksanakan selama 3 hari 2 malam. Banyak pengelaman dan cerita yang Saya dan teman seperjuangan yang kami dapatkan dari kegiatan kenaikan sabuk itu. Selama 3 hari 2 malam Kami pun di gembleng oleh para Senior dan Pelatih - pelatih.
Kenaikan sabuk

Gaya Kuda-kuda

Di foto sama 2 cewek

Calon atlit

Keluarga PPS Baringin Sakti
Setelah naik sabuk, Saya dan teman-temanpun mewakili Sekolah untuk mengikuti Kejuaraan antar Sekolah di GOR Wadas. Langkah awal Saya pun menang yah walaupun hanya mendapatkan Juara 3 untuk kelas B PUTRA (45-50KG). Sekolah kamipun juga mendapatkan Juara Umum 1.
Kejuaraan Pencak Silat antar sekolah 2012

Pendekar

Semoga kedepannya Saya bisa meraih impian saya, menjadi Atlit Pencak Silat Nasional dan Internasional. aminn..







Sejarah Perkembangan Pencak Silat


(Versi PB. IPSI )Pencak Silat sebagai bagian dari kebudayaan bangsa Indonesia berkembang sejalan dengan sejarah masyarakat Indonesia. Dengan aneka ragam situasi geografis dan etnologis serta perkembangan zaman yang dialami oleh bangsa Indonesia, Pencak Silat dibentuk oleh situasi dan kondisinya.

Kini Pencak Silat kita kenal dengan wujud dan corak yang beraneka ragam, namun mempunyai aspek-aspek yang sama. Pencak Silat merupakan unsur-unsur kepribadian bangsa Indonesia yang dimiliki dari hasil budi daya yang turun temurun. Sampai saat ini belum ada naskah atau himmpunan mengenai sejarah pembelaan diri bangsa Indonesia yang disusun secara alamiah dan dapat dipertanggung jawabkan serta menjadi sumber bagi pengembangan yang lebih teratur.

Hanya secara turun temurun dan bersifat pribadi atau kelompok latar belakang dan sejarah pembelaan diri inti dituturkan. Sifat-sifat ketertutupan karena dibentuk oleh zaman penjajahan di masa lalu merupakan hambatan pengembangan di mana kini kita yang menuntut keterbukaan dan pemassalan yang lebih luas. Sejarah perkembangan Pencak Silat secara selintas dapat dibagi dalam kurun waktu :

a. Perkembangan sebelum zaman penjajahan Belanda
b. Perkembangan pada zaman penjajahan Belanda
c. Perkembangan pada zaman penjajahan Jepang
d. Perkembangan pada zaman kemerdekaan

a. Perkembangan pada zaman sebelum penjajahan Belanda

Nenek moyang kita telah mempunyai peradaban yang tinggi, sehingga dapat berkembang menjadi rumpun bangsa yang maju. Daerah-daerah dan pulau-pulau yang dihuni berkembnag menjadi masyarakat dengan tata pemerintahan dan kehidupan yang teratur. Tata pembelaan diri di zaman tersebut yang terutama didasarkan kepada kemampuan pribadi yang tinggi, merupakan dasar dari sistem pembelaan diri, baik dalam menghadapi perjuangan hidup maupun dalam pembelaan berkelompok.

Para ahli pembelaan diri dan pendekar mendapat tempat yang tinggi di masyarakat. Begitu pula para empu yang membuat senjata pribadi yagn ampuh seperti keris, tombak dan senjata khusus. Pasukan yang kuat di zaman Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit serta kerajaan lainnya di masa itu terdiri dari prajurit-prajurit yang mempunyai keterampilan pembelaan diri individual yang tinggi. Pemukupan jiwa keprajuritan dan kesatriaan selalu diberikan untuk mencapai keunggulan dalam ilmu pembelaan diri. Untuk menjadi prajurit atau pendekar diperulan syarat-syarat dan latihan yang mendalam di bawah bimbingan seorang guru. Pada masa perkembangan agama Islam ilmu pembelaan diri dipupuk bersama ajaran kerohanian. Sehingga basis-basis agama Islam terkenal dengan ketinggian ilmu bela dirinya. Jelaslah, bahwa sejak zaman sebelum penjajahan Belanda kita telah mempunyai sistem pembelaan diri yang sesuai dengan sifat dan pembawaan bangsa Indonesia.


b. Perkembangan Pencak Silat pada zaman penjajahan Belanda

Suatu pemerintahan asing yang berkuasa di suatu negeri jarang sekali memberi perhatian kepada pandangan hidup bangsa yang diperintah. Pemerintah Belandan tidak memberi kesempatan perkembangan Pencak Silat atau pembelaan diri Nasional, karena dipandang berbahaya terhadap kelangsungan penjajahannya. Larangan berlatih bela diri diadakan bahkan larangan untuk berkumpul dan berkelompok. Sehingga perkembangan kehidupan Pencak Silat atau pembelaan diri bangsa Indonesia yang dulu berakar kuat menjadi kehilangan pijakan kehidupannya. Hanya dengan sembunyi-sembunyi dan oleh kelompok-kelompok kecil Pencak Silat dipertahankan. Kesempatan-kesempatan yang dijinkan hanyalah berupa pengembangan seni atau kesenian semata-mata masih digunakan di beberapa daerah, yang menjurus pada suatu pertunjukan atau upacara saja. Hakekat jiwa dan semangat pembelaan diri tidak sepenuhnya dapat berkembang. Pengaruh dari penekanan di zaman penjajahan Belanda ini banyak mewarnai perkembangan Pencak Silat untuk masa sesudahnya.

c. Perkembangan Pencak Silat pada pendudukan Jepang

Politik Jepang terhadap bangsa yang diduduki berlainan dengan politik Belanda. Terhadap Pencak Silat sebagai ilmu Nasional didorong dan dikembangkan untuk kepentingan Jepang sendiri, dengan mengobarkan semangat pertahanan menghadapi sekutu. Di mana-mana atas anjuran Shimitsu diadakan pemusatan tenaga aliran Pencak Silat. Di seluruh Jawa serentak didirkan gerakan Pencak Silat yang diatur oleh Pemerintah. Di Jakarta pada waktu itu telah diciptakan oleh para pembina Pencak Silat suatu olarhaga berdasarkan Pencak Silat, yang diusulkan untuk dipakai sebagai gerakan olahraga pada tiap-tiap pagi di sekolah-sekolah. Usul itu ditolak oleh Shimitsu karena khawatir akan mendesak Taysho, Jepang. Sekalipun Jepang memberikan kesempatan kepada kita untuk menghidupkan unsur-unsur warisan kebesaran bangsa kita, tujuannya adalah untuk mempergunakan semangat yang diduga akan berkobar lagi demi kepentingan Jepang sendiri bukan untuk kepentingan Nasional kita.

Namun kita akui, ada juga keuntungan yang kita peroleh dari zaman itu. Kita mulai insaf lagi akan keharusan mengembalikan ilmu Pencak Silat pada tempat yang semula didudukinya dalam masyarakat kita.

d. Perkembangan Pencak Silat pada Zaman Kemerdekaan

Walaupun di masa penjajahan Belanda Pencak Silat tidak diberikan tempat untuk berkembang, tetapi masih banyak para pemuda yang mempelajari dan mendalami melalui guru-guru Pencak Silat, atau secara turun-temurun di lingkungan keluarga. Jiwa dan semangat kebangkitan nasional semenjak Budi Utomo didirikan mencari unsur-unsur warisan budaya yang dapat dikembangkan sebagai identitas Nasional. Melalui Panitia Persiapan Persatuan Pencak Silat Indonesia maka pada tanggal 18 Mei 1948 di Surakarta terbentuklah IPSI yang diketuai oleh Mr. Wongsonegoro.

Program utama disamping mempersatukan aliran-aliran dan kalangan Pencak Silat di seluruh Indonesia, IPSI mengajukan program kepada Pemerintah untuk memasukan pelajaran Pencak Silat di sekolah-sekolah.

Usaha yang telah dirintis pada periode permulaan kepengurusan di tahun lima puluhan, yang kemudian kurang mendapat perhatian, mulai dirintis dengan diadakannya suatu Seminar Pencak Silat oleh Pemerintah pada tahun 1973 di Tugu, Bogor. Dalam Seminar ini pulalah dilakukan pengukuhan istilah bagi seni pembelaan diri bagnsa Indonesia dengan nama “Pencak Silat” yang merupakan kata majemuk. Di masa lalu tidak semua daerah di Indonesia menggunakan istilah Pencak Silat. Di beberapa daerah di jawa lazimnya digunakan nama Pencak sedangkan di Sumatera orang menyebut Silat. Sedang kata pencak sendiri dapat mempunyai arti khusus begitu juga dengan kata silat.

Pencak, dapat mempunyai pengertian gerak dasar bela diri, yang terikat pada peraturan dan digunakan dalam belajar, latihan dan pertunjukan.

Silat, mempunyai pengertian gerak bela diri yang sempurna, yang bersumber pada kerohanian yang suci murni, guna keselamatan diri atau kesejahteraan bersama, menghindarkan diri/ manusia dari bela diri atau bencana. Dewasa ini istilah pencak silat mengandung unsur-unsur olahraga, seni, bela diri dan kebatinan. Definisi pencak silat selengkapnya yang pernah dibuat PB. IPSI bersama BAKIN tahun 1975 adalah sebagai berikut :

“Pencak Silat adalah hasil budaya manusia Indonesia untuk membela/mempertahankan eksistensi (kemandirian) dan integritasnya (manunggalnya) terhadap lingkungan hidup/alam sekitarnya untuk mencapai keselarasan hidup guna meningkatkan iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Pencak Silat sebagai ajaran kerohanian

Umumnya Pencak Silat mengajarkan pengenalan diri pribadi sebagai insan atau mahluk hidup yang pecaya adanya kekuasaan yang lebih tinggi yaitu Tuhan Yang Maha Esa. Biasanya, Pencak Silat sebagai ajaran kerohanian/kebatinan diberikan kepada siswa yang telah lanjut dalam menuntut ilmu Pencak Silatnya. Sasarannya adalah untuk meningkatkan budi pekerti atau keluhuran budi siswa. Sehingga pada akhirnya Pencak Silat mempunyai tujuan untuk mewujudkan keselarasan/ keseimbangan/keserasian/alam sekitar untuk meningkatkan iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, guna mengisi Pembangunan Nasional Indonesia dalam mewujudkan manusia Indonesia seutuhnya yang Pancasilais.

Pencak Silat sebagai seni

Ciri khusus pada Pencak Silat adalah bagian kesenian yang di daerah-daerah tertentu terdapat tabuh iringan musik yang khas. Pada jalur kesenian ini terdapat kaidah-kaidah gerak dan irama yang merupakan suatu pendalaman khusus (skill). Pencak Silat sebagai seni harus menuruti ketentuan-ketentuan, keselarasan, keseimbangan, keserasian antara wirama, wirasa dan wiraga.

Di beberapa daerah di Indonesia Pencak Silat ditampilkan hampir semata-mata sebagai seni tari, yang sama sekali tidak mirip sebagai olahraga maupun bela diri. Misalnya tari serampang dua belas di Sumatera Utara, tari randai di Sumatera Barat dan tari Ketuk Tilu di Jawa Barat. Para penari tersebut dapat memperagakan tari itu sebagai gerak bela diri yang efektif dan efisien untuk menjamin keamanan pribadi.

Pencak Silat sebagai olahraga umum

Walaupun unsur-unsur serta aspek-aspeknya yang terdapat dalam Pencak Silat tidak dapat dipisah-pisahkan, tetapi pembinaan pada jalur-jalur masing-masing dapat dilakukan. Di tinjau dari segi olahraga kiranya Pencak Silat mempunyai unsur yang dalam batasan tertentu sesuai dengan tujuan gerak dan usaha dapat memenuhi fungsi jasmani dan rohani. Gerakan Pencak Silat dapat dilakukan oleh laki-laki atau wanita, anak-anak maupun orang tua/dewasa, secara perorangan/kelompok.

Usaha-usaha untuk mengembangkan unsur-unsur olahraga yang terdapat pada Pencak Silat sebagai olahraga umum dibagi dalam intensitasnya menjadi

a. Olahraga rekreasi
b. Olahraga prestasi
c. Olahraga massal

Pada seminar Pencak Silat di Tugu, Bogor tahun 1973, Pemerintah bersama para pembina olahraga dan Pencak Silat telah membahas dan menyimpulkan makalah-makalah :

1. Penetapan istilah yang dipergunakan untuk Pencak Silat
2. Pemasukan Pencak Silat sebagai kurikulum pada lembaga-lembaga pendidikan
3. Metode mengajar Pencak Silat di sekolah
4. Pengadaan tenaga pembina/guru Pencak Silat untuk sekolah-sekolah
5. Pembinaan organisasi guru-guru Pencak Silat dan kegiatan Pencak Silat di lingkungan sekolah
6. Menanamkan dan menggalang kegemaran serta memassalkan Pencak Silat di kalangan pelajar/mahasiswa.

Sebagai tindak lanjut dari pemikiran-pemikiran tersebut dan atas anjuran Presiden Soeharto, program olahraga massal yang bersifat penyegaran jasmani digarap terlebih dahulu, yang telah menghasilkan program Senam Pagi Indonesia (SPI).

Pencak Silat sebagai olahraga prestasi (olahraga pertandingan)

Pengembangan Pencak Silat sebagai olahraga & pertandingan (Championships) telah dirintis sejak tahun 1969, dengan melalui percobaan-percobaan pertandingan di daerah-daerah dan di tingkat pusat. Pada PON VIII tahun 1973 di Jakarta telah dipertandingkan untuk pertama kalinya yang sekaligus merupakan Kejuaraan tingkat Nasional yang pertama pula. Masalah yang harus dihadapi adalah banyaknya aliran serta adanya unsur-unsur yang bukan olahraga yang sudah begitu meresapnya di kalangan Pencak Silat. Dengan kesadaran para pendekar dan pembina Pencak Silat serta usaha yang terus menerus maka sekarang ini program pertandingan olahraga merupakan bagian yang penting dalam pembinaan Pencak Silat pada umumnya. Sementara ini Pencak Silat telah disebarluaskan di negara-negara Belanda, Belgia, Luxemburg, Perancis, Inggris, Denmark, Jerman Barat, Suriname, Amerika Serikat, Australia, Selandia Baru.

Program pembinaan Pencak Silat

Pencak Silat sebagai budaya Nasional bangsa Indonesia mempunyai banyak ragam khas maisng-masing daerah, jumlah perguruan/aliran di segenap penjuru tanah air ini diperkirakan sebanyak 820 perguruan/aliran.

Oleh karena itu dirasakan perlu adanya pembinaan yang sistimatis untuk melestarikan warisan nenek moyang kita. Terlebih-lebih setelah Kungfu masuk IPSI, atas anjuran Pemerintah berdasarkan pertimbangan lebih baik Kungfu berada di dalam IPSI sehingga lebih mudah dalam mengadakan pengawasan dan pengendalian terhadapnya, sekaligus menasionalisasikan.

Standarisasi yang telah dirintis pembuatannya, hanyalah untuk jurus dasar bagi keperluan khusus olahraga dan bela diri. Sedangkan pengembangannya telah diserahkan kepad setiap perguruan yang ada. Sistem pembinaan yang dipakai olehIPSI ialah setiap aspek yang ada dijadikan jalur pembinaan, sehingga jalur pembinaan Pencak Silat meliputi :

1. Jalur pembinaan seni
2. Jalur pembinaan olahraga
3. Jalur pembinaan bela diri
4. Jalur pembinaan kebatinan

Keempat jalur ini diolah, dengan saringan dan mesin sosial budaya, yaitu Pancasila.

 Makna Lambang IPSI


Warna Dasar Putih : berarti suci dalam amal perbuatan

Warna Merah : berarti berani dalam kebenaran

Warna Hijau : berarti ketenangan dalam menghadapi segala sesuatu yang menuju kemantapan
jiwa, karena selalu beriman dan bertauhid kepada Tuhan Yang Maha Esar
secara hikmat dan syahdu

Warna Kuning : berarti bahwa IPSI mengutamakan budi pekerti dan kesejahteraan lahir dan batin
dalam menuju kejayaan nusa dan bangsa

Bentuk Perisai Segi Lima : berarti bahwa IPSI berasaskan landasan idiil Pancasila, serta bertujuan
membentuk manusia Pancasila sejati

Sayap Garuda berwarna

Kuning berototkan merah : berarti kekuatan bangsa Indonesia yang bersendikan kemurnian, keluruhan dan
dinamika, Sayap 18 lembar, bulu 5 lembar + 4 lembar + 8 lembar berarti tanggal
berdirinya IPSI adalah 18 Mei 1948. Sayap 18 lembar, terdiri dari 17+1 berarti

IPSI dengan semangat Proklamasi Kemerdekaan berssatu membangun negara

Untaian lima lingkaran : melambangkan bahwa IPSI melalui olahraga merupakan ikatan peri
kemanusiaan antara pelbagai aliran dengan memegang teguh asas kekeluargaan,
persaudaraan dan kegotong royongan

Ikatan pita berwarna merah

Putih : bahwa IPSI merupakan suatu ikatan pemersatu dari pelbagai aliran Pencak
Silat, yang menjadi hasil budaya yang kokoh karena dilandasi oleh rasa
berbangsa, berbahasa dan bertanah air Indonesia.

Gambar tangan putih

di dalam Dasar hijau : menggambarkan bahwa IPSI membantu negara dalam bidang ketahanan
nasional melalui pembinaan mental/fisik agar kader-kader IPSI berkepribadian
nasional serta berbadan sehat, kuat dan tegap.